Minggu, Juni 26, 2011

Musibah itu Kado

Musibah adalah rahmat bagi orang yang berpikir dengan hati. Hanya saja cara

penyampaian rahmat tersebut yang kadang manusia tidak bisa memahami dan menerimanya.

Tuhan memberi ‘kado’ untuk kita,namun kadang kita tidak menyukai bungkus dari kado

itu. Anda mau menolak kado berisi mutiara.

Ada dua kemungkinan yang dapat diambil dari suatu musibah. Sebagai hukuman atau

sebagai ujian. Renungi dan ingat-ingat apa yang sudah kita perbuat pada masa lalu dan

semoga akan ditemukan apa sebabnya.

Besi yang terus menerus terkontaminasi kotoran tanpa pernah dibersihkan secara

berkala, besi tersebut akan berkarat. Jika karat itu sudah membatu maka tidak ada

yang bisa dilakukan kecuali membuang besi itu ke sampah. Apakah anda ingin dibuang

sia-sia oleh pencipta kalian?Jikalau itu adalah ujian, maka bergegaslah.

Melihat dengan mata dan mendengar dengan telinga ada batasnya, namun melihat dengan

hati hasilnya unlimited.Selalu berpikir positif atas segala yang telah menimpamu,

maka Tuhan akan memberikan mutiara kepadamu.

Ada kata-kata bijak dari Norman V. Peale yang patut Anda renungkan. Dalam bukunya You

Can If You Think You Can, ia mengatakan, ”Apabila Tuhan ingin menghadiahkan sesuatu

yang berharga, bagaimanakah Ia memberikannya kepada Anda? Apakah Ia menyampaikan

dalam bentuk suatu kiriman yang indah dalam nampan perak? Tidak!

Sebaliknya Tuhan membungkusnya dalam suatu masalah yang pelik, lalu melihat dari jauh

apakah Anda sanggup membuka bungkusan yang ruwet itu, dan menemukan isinya yang

sangat berharga, bagaikan sebutir mutiara yang mahal harganya yang tersembunyi dalam

kulit kerang.

Pernyataan di atas bukan sekedar kata-kata indah untuk menghibur

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar