Selasa, Juni 28, 2011

Untuk Anakku


Saat itu siang hari 11 Mei 1998 engkau terlahir ke dunia ini, dengan melalui operasi seksio sesarea ( caesar ) karena saat itu, itulah tindakan satu-satunya yang akan menyelamatkan kamu dan bunda. Saat akan melakukan persalinan Bun mengalami pendarahan hebat. Placenta pra via yang menutup jalan normal itu nak, Ayahmu panik saat bun tak sadarkan diri, tindakan medis segera dilakukan. Alhamdulillah dengan ijin Nya akhirnya engkau terlahir juga dengan selamat, sehat dan tampan.

Sayang....

Saat ini engkau telah beranjak pra remaja, usia yang cukup untuk mengenal kan mu akan apa arti hidup dan kehidupan. Ketika Bun mencoba mengajarkan apa itu hidup, engkaulah yang mengajarkan bun tentang kehidupan ini.

Sayang.....

Maafkan bun jika bun terlalu menuntutmu untuk menjadi yang sempurna, maafkan kekhilafan bun, tp bun minta tetaplah berusaha untuk menyempurnakan diri. Apapun adanya engkau, engkau adalah pelita hatiku. Tetaplah jadi anak manis dan kebanggan Bun.

Sayang.....

Setiap kesuksesan selalu diawali dengan mimpi, untuk itu menjadi manusia harus berani bermimpi dan bermimpilah setinggi-tingginya. Jangan takut impianmu tidak tercapai anakku. Asal ada tekad dan kemauan maka engkau sudah mendapatkan setengah dari mimpimu itu. Selamat menggapai cita-cita teruslah bermimpi.

Sayang....

Camkan ini!!!!!!!

Tetaplah rendah hati tapi bukan berarti takut, tetaplah berakhlak mulia tapi bukan berarti tidak gaul ( itu yg sering kau ucapkan ), tetaplah menjadi kuat tetapi bukan berarti kasar, kembangkan kepintaranmu tp bukan berarti kau harus menbodohi-bodohi orang yg kurang pintar, tetaplah menjadi bangga bukan berarti kau harus sombong, tetaplah baik bukan berarti kau lemah.

Happy Milad my son, doa bun selalu menyertaimu.

Medio, 11 Mei 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar